Rabu, 26 Desember 2012

Sex Education dalam Sekolah, Aspek dan penerapanya


Maraknya kasus hamil diluar nikah atau hamil dini yang dialami oleh kaum remaja semasa sekolah menjadi perhatian bagi beberapa orangtua dan oknum-oknum pendidikan dalam hal membentuk kepribadian dan moral siswa-siswi di Indonesia. Terpengaruhnya budaya oleh pandangan-pandangan luar yang menggambarkan bahwa kehidupan seks bukanlah sesuatu yang tabu lagi, juga menjadi alasan yang kuat atas perubahan perilaku kaum remaja. Dari permasalahan diatas, dapat kita benturkan dengan sifat alami remaja yang masih pada tahap transisi menuju kedewasaan. Adanya rasa penasaran yang besar dan keingintahuan yang kuat mendorong mereka untuk mencoba-coba hal-hal yang mungkin belum pantas untuk dilakukan seperti sex bebas yang berakhir pada penyesalan.
Sulitnya untuk memilah dan menolak pengaruh budaya luar yang ada, kini menjadi permasalahan bagi beberapa individual. Maka dibutuhkanya sebuah pengetahuan yang dapat meminimalisir kemungkinan dampak yang ada yaitu “SEX EDUCATION” sebagai salah satu materi pembelajaran di sekolah. Kita bisa membuat persamaan dengan dimasukanya pendidikan agama di sekolah yang pada dasarnya menjadi privasi bagi beberapa individual, tetapi dikarenakanya agama sebagai besik yang paling mendasar dan yang paling dekat dengan setiap individu maka diterapkanya materi tersebut. Sama halnya dengan dunia Seks, yang kini menjadi begitu dekat dengan setiap individu di berbagai lingkungan. Maka dari alasan tersebut, perlunya memberikan hal mendasar akan hal itu di sekolah.
Ada dua aspek yang perlu di analisa dalam hal ini, yaitu dari aspek pendidikan dan pengajar. Pendidikan yang berumus pada sebuah kurikulum harus disesuaikan dengan kondisi sumberdaya atau manusia yang menjadi tujuannya. Dengan adanya perubahan pada lingkungan dan budaya masyarakat yang ada maka penambahan kurikulum sex education ini juga akan sejalan dengan tujuan sebuah kurikulum dalam struktur pendidikan. Karna hal ini akan mendukung dalam pembentukan karakter dan kepribadian murid yang menjadi objeknya. Sekolah menjadi lahan kedua dalam pembentukan karakter dan kepribadian tersebut dimana adanya pendalaman dan pendekatan yang lebih umum dan di sesuaikan oleh kondisi masyarakat yang ada. Pada aspek pengajar, guru memilik peran dan posisi yang sangat penting dalam pemberian materi. Pengajar harus memberikan pengertian-pengertian yang mudah dipahami oleh murid sehingga tidak menimbulkan banyaknya pertanyaan yang mungkin dapat memicu rasa keingintahuan murid. Dengan melakukan pendekatan yang mudah di terima sehingga tidak menimbulkan kesan tabu dalam proses pembelajaranya.
Dibutuhkanya beberapa mekanisme dan langkah-langkah dalam penyampain sex education di sekolah. Pada awalnya penyampaian akan bahaya-bahaya yang akan di akibatkan oleh seks terlebih dahulu, Seperti Adanya penyakit HIV Aids, Aborsi dan sebagainya yang bertujuan untuk menimbulkan rasa ketakutan pada murid ketika mereka ingin mencobanya. Selanjutnya di butuhkanya perkenalan tentang alat-alat reproduksi dan proses reproduksi  pada laki-laki dan wanita. dan yang terakhir adalah alat-alat yang dapat digunakan sebagai pengaman dalam hubungan seks untuk menghindari penyakit yang mungkin timbul akibat seks tersebut.
Dengan adanya pengetahuan-pengetahuan dan pemahaman pada murid di sekolah, dimaksudkan untuk mencegah adanya rasa penasaran yang berlebih dan keingintahuan di kalangan ramaja. Sehingga remaja tidak akan salah lagi dalam penyaluran rasa penasaran meraka berasa pasanganya ke hal-hal yang dapat membahayakan atau merugikan dirinya sendiri.

buat kalian yang pengen nyoba ikut buat paper tentang judul diatas, tinggal (klik) link ini aja yaa ..... www.beasiswadataprint.com atau www.dataprint.co.id . semoga bermanfaat :)

Kamis, 31 Mei 2012

Protecting website from threats and Defacer Hacker by 6Scan


Protect computer from virus with antivirus disorders are common. Protecting your website with an online antivirus security is also not a new thing. Protecting websites from hacker intrusions and defacer online with one click only, seems to be the thing that has never existed until now. 6Scan is a new website that can protect your website from attack nosy hands. On this site, there are facilities Scanner Patrol who served as a safety as well as giving information on the attacks that have occurred. In addition, the Patrol Scanner is also able to imitate every step that is used by hackers and defacer to enter into your site. By imitating every move, it will be analyzed where the weaknesses of your site is.

Not only that, 6Scan also provide security to the initial view of your site. If detected there are strange things, then automatically, this site will do the patch-up. This step serves to, the hackers and exploit defacer can not fit into the site root. Its use was fairly easy, you just press the button labeled 1 Click it, then everything will be directly handled by 6Scan. The process also takes less than 15 seconds. Founder and is a veteran team this 6Scan and defacer hackers from around the world. To combine into one team in this 6Scan must pass through various testing process for this site to have a team that actually qualified. If your site has been attacked, it will be given treatment free of charge.
As you know, the level of hacking a site from month to month always increase, then 6Scan has a mission to keep the flow remains healthy and clean internet from intruders.
This is the main features of 6Scan :

1.       Patrol™ Scanner
6Scan's Patrol™ scanner imitates the actions of a hacker trying to hack into your website: each page, form and script on your site is scoured for weak points that could potentially become security holes.
2.       Bodyguard™ Protection
As soon as the Patrol™ scanner detects a vulnerability, it is communicated to the Bodyguard™ agent, which acts to quickly patch it up.
3.       One-Click Installation
6Scan's protection is prepackaged for common web frameworks, allowing you to quickly and easily install it using the plugin installation procedure you are already familiar with.
4.       Zero-day Research
6Scan's research team of ex-military hackers works around the clock to find undocumented vulnerabilities. They monitor new as well as old versions of common web frameworks and plugins, looking for vulnerabilities
5.       Fast Acting
6Scan's Patrol™ responds to new vulnerabilities discovered by our research team, as well as those learned from security response teams and directly from developers, by immediately finding sites that may be vulnerable and working with their Bodyguard™ to fix the problem.
6.       Maintenance-free
While 6Scan's dashboard shows  vulnerabilities detected on site and provides detailed explanations and patch instructions, this information is purely to satisfy the custumer.

Kamis, 19 April 2012

KONTROVERSI MENGENAI SIM



Penggunaan teknologi komputer dan konsep SIM telah memberikan dampak keberhasilan yang luarbiasa. Akan tetapi disamping itu Sim juga memberikan dampak yang tidak terlalu menguntungkan.  Dampak tersebut dihubungkan dengan kekurangan perangkat keras/lunak (penerapa dipaksakan), kekurangan tenaga prosedur perkembangan SIM, atau kurang siapnya tenaga pemakai dan funsi pemakai bagi system baru tersebut. Hal-hal tersebut menyebabkan beberapa gagasan yang saling bertentangan. Beberapa bidang kontroversi ini adalah:


  1. Sistem total dibandingkan dengan gabungan subsistem.
  2. Sumber system informasi terpusat dibanding dengan pengolahan terpencar.
  3. Sebuah terminal untuk meminta informasi computer di setiap kantor eksekutif dibanding dengan terminal-terminal yang dioperasikan oleh staf.
  4. Kesiapan fungsi manajerial untuk menerima dan mengunakan teknologi maju system informasi.
  5. Pemusatan semua sumber daya informasi
  6. Pemusatan komputasi pemencaran analisis dan perancangan system
  7. Pemencaran sumber-sumber informasi dengan computer-computer yang saling berhubungan (system terpancar atau distributed system)
  8. Pemencaran sumber-sumber informasi

Tidak lama setelah pemakainan pertama computer untuk mengolah informasi (akhir 1950-an), dimunculkalah gagasan sebuah system total. Ini adalah sebuah system tunggal terpadu untuk menangani semua pengolahan informasi dan menyimpan semua sumber informasi. Konsep ini serupa dengan sifat SIM seperti system “data base”, tetapi pandangan mengenanai SIM saat ini menolak angaapan bahwa perpaduan meneluruh yang diusulkan oleh system totoal aalah terlalu sulit untuk ilaksanakan atau dipelihara. Pilihan lain dalam cara adalah gabungan subsistem-subsistem yang dapat dikembangkan dan dipelihara secara agak bebas.
Gagasan pemusatan sumber daya system informasi dipengaruhi oleh teknologi computer, untung ruginya pemusatan terhadap organisasi. Masing-masing pandangan pilihan berikut adalah:
Pada masa lampau, teknologi computer cenderung untuk mendukung komputasi terpusat, tetapi teknologi masa kini mampu mendukung baik komputasi terpusat, pengolahn terpencar maupun komputasi terpencar yang mandiri. Segi ekonomis komputasi umumnya mendukung komputasi terpusat, tetapi analisis beberapa system baru yang memakai pengolahan terpencar dan system-sistem dengan computer mandiri sedikit sekali memperlihatkan bahwa segi ekonomis tidak selalu dimenangkan oleh computer terpusat besar.
Gagasan awal lainnya yang mengundang banyak pendapat adalah bahwa setiap manajer sebaiknya memiliki sebuah terminal berbentuk mesin tik atau TV di kantornya untuk dipakai dalam meminta informasi computer, interaksi dalan pengambilan  keputusan, dan seterusnya. Beberapa system dicoba dengan hasil berbeda-beda, tetapi pada umumnya laporan menyebutkan manajemen kurang memanfaatkan terminal tersebut. Para manajer tampaknya menganggap peranan mereka adalah bekerja dengan manusia. Sebaliknya, system di mana sekertaris atau asisten eksekutif yang menggunakan terminal telah mendapat sambutan lebih baik.
Sitem informasi manajemen adalah suatu terapan teknologi baru kepada persoalan keoorganisasian dalam pengolohan transaksi dan pemberian informansi bagi kepentingan keorganisasian. Jelas bahwa teknologi tersebut telah meningkatakan pengolahan transaksi maupun kebanyakan pekekerjanaan administrasi dan pemberian informasi. Ada sebagian orang meragukan apakah diperlukan atau masih mungkin untuk merancang  dan memelihara system informasi berdasarkan computer untuk mendukung berbagai fungsi  perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen, terutama perencanaan strategis. Mereka meragukan penerapan teknologi informasi mutakhir pada proses penilaian yang tak menentu dalam sebuah tahapan awal perkembangan.
Pengenalan kontoversi ini menunjukan kenyataan bahwa SIM adalah sebuah konsep yang masih dalam tahap pertumbuhan. Banyak usulan yang masih harus diubh dalam pelaksanaanya pada dunia organisasi yang tidak sempurna ini. Penerapan teknologi pada pengolahan informasi telah memberikan hasil berbeda-beda tergantung pada kesiapan organisasi dan fungsi-fungsi yang dilibatkan untuk memakainya.