Kamis, 19 April 2012

KONTROVERSI MENGENAI SIM



Penggunaan teknologi komputer dan konsep SIM telah memberikan dampak keberhasilan yang luarbiasa. Akan tetapi disamping itu Sim juga memberikan dampak yang tidak terlalu menguntungkan.  Dampak tersebut dihubungkan dengan kekurangan perangkat keras/lunak (penerapa dipaksakan), kekurangan tenaga prosedur perkembangan SIM, atau kurang siapnya tenaga pemakai dan funsi pemakai bagi system baru tersebut. Hal-hal tersebut menyebabkan beberapa gagasan yang saling bertentangan. Beberapa bidang kontroversi ini adalah:


  1. Sistem total dibandingkan dengan gabungan subsistem.
  2. Sumber system informasi terpusat dibanding dengan pengolahan terpencar.
  3. Sebuah terminal untuk meminta informasi computer di setiap kantor eksekutif dibanding dengan terminal-terminal yang dioperasikan oleh staf.
  4. Kesiapan fungsi manajerial untuk menerima dan mengunakan teknologi maju system informasi.
  5. Pemusatan semua sumber daya informasi
  6. Pemusatan komputasi pemencaran analisis dan perancangan system
  7. Pemencaran sumber-sumber informasi dengan computer-computer yang saling berhubungan (system terpancar atau distributed system)
  8. Pemencaran sumber-sumber informasi

Tidak lama setelah pemakainan pertama computer untuk mengolah informasi (akhir 1950-an), dimunculkalah gagasan sebuah system total. Ini adalah sebuah system tunggal terpadu untuk menangani semua pengolahan informasi dan menyimpan semua sumber informasi. Konsep ini serupa dengan sifat SIM seperti system “data base”, tetapi pandangan mengenanai SIM saat ini menolak angaapan bahwa perpaduan meneluruh yang diusulkan oleh system totoal aalah terlalu sulit untuk ilaksanakan atau dipelihara. Pilihan lain dalam cara adalah gabungan subsistem-subsistem yang dapat dikembangkan dan dipelihara secara agak bebas.
Gagasan pemusatan sumber daya system informasi dipengaruhi oleh teknologi computer, untung ruginya pemusatan terhadap organisasi. Masing-masing pandangan pilihan berikut adalah:
Pada masa lampau, teknologi computer cenderung untuk mendukung komputasi terpusat, tetapi teknologi masa kini mampu mendukung baik komputasi terpusat, pengolahn terpencar maupun komputasi terpencar yang mandiri. Segi ekonomis komputasi umumnya mendukung komputasi terpusat, tetapi analisis beberapa system baru yang memakai pengolahan terpencar dan system-sistem dengan computer mandiri sedikit sekali memperlihatkan bahwa segi ekonomis tidak selalu dimenangkan oleh computer terpusat besar.
Gagasan awal lainnya yang mengundang banyak pendapat adalah bahwa setiap manajer sebaiknya memiliki sebuah terminal berbentuk mesin tik atau TV di kantornya untuk dipakai dalam meminta informasi computer, interaksi dalan pengambilan  keputusan, dan seterusnya. Beberapa system dicoba dengan hasil berbeda-beda, tetapi pada umumnya laporan menyebutkan manajemen kurang memanfaatkan terminal tersebut. Para manajer tampaknya menganggap peranan mereka adalah bekerja dengan manusia. Sebaliknya, system di mana sekertaris atau asisten eksekutif yang menggunakan terminal telah mendapat sambutan lebih baik.
Sitem informasi manajemen adalah suatu terapan teknologi baru kepada persoalan keoorganisasian dalam pengolohan transaksi dan pemberian informansi bagi kepentingan keorganisasian. Jelas bahwa teknologi tersebut telah meningkatakan pengolahan transaksi maupun kebanyakan pekekerjanaan administrasi dan pemberian informasi. Ada sebagian orang meragukan apakah diperlukan atau masih mungkin untuk merancang  dan memelihara system informasi berdasarkan computer untuk mendukung berbagai fungsi  perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen, terutama perencanaan strategis. Mereka meragukan penerapan teknologi informasi mutakhir pada proses penilaian yang tak menentu dalam sebuah tahapan awal perkembangan.
Pengenalan kontoversi ini menunjukan kenyataan bahwa SIM adalah sebuah konsep yang masih dalam tahap pertumbuhan. Banyak usulan yang masih harus diubh dalam pelaksanaanya pada dunia organisasi yang tidak sempurna ini. Penerapan teknologi pada pengolahan informasi telah memberikan hasil berbeda-beda tergantung pada kesiapan organisasi dan fungsi-fungsi yang dilibatkan untuk memakainya.